Avengers: Infinity War, Definisi Keren yang Campur Aduk

Posted 2019/09/15 23 0

 

Lo yang ngaku peminat Marvel tentu ngerasa hendak sekali abis pas tahu terdapat rencana film Avengers: Infinity War. Apalagi, sampai perilisan filmnya, Marvel seakan enggak ngasih kendor soal promosinya. Enggak melulu penggemar asli, orang-orang yang enggak pernah tahu soal superhero MCU juga jadi seketika ke-Marvel-an.

Kalau lo peminat akut Marvel, udah dijamin rasanya kayak nungguin jawaban dari seluruh harapan. Penasaran, deg-degan, dan campur aduk saking excited-nya. Bahkan, sampai tebersit pertanyaan, “Bagaimana bila filmnya mengecewakan, ya?” Lo juga enggak dapat membayangkan.

Jawabannya dapat lo nilai sendiri pas nonton filmnya. Avengers: Infinity War tidak saja jadi film terbesar Marvel, tapi pun jadi film superhero sangat magnificient sepanjang sejarah. Lo boleh bilang ini berlebihan. Nyatanya, film ini memang enggak terdapat duanya.

Avengers: Infinity War mengisahkan soal peperangan besar antara kekuatan jahat kosmis dengan ensemble superhero Marvel. Pertempuran raksasa ini soal perebutan Infinity Stones antara semua superhero dan villain terkuat sedunia raya, Thanos. Sesuai dengan sebutan ensemble superhero, film ini menampilkan sekian banyak macam karakter yang dipunyai MCU.

Avengers: Infinity War, Definisi Keren yang Campur Aduk

Sejak mula film, lo udah disuguhkan sekian banyak cerita dari tiap-tiap superhero yang terbagi dalam sejumlah tim. Semua ceritanya dijahit rapi oleh sutardara Russo Bersaudara dengan sebegitu cerdasnya. Dari mula sampai akhir, kisah dijelaskan dengan teratur. Bahkan, lo dapat menilai bahwa duo sutradara tersebut buat film layaknya seorang perfeksionis.

Semua dikisahkan begitu mendetail. Bahkan, bikin lo yang bukan peminat film-film Marvel juga masih dapat sedikit ngikutin ceritanya. Memang, sih, lebih baik lo nonton film-film sebelumnya biar enggak bingung di tengah film.

Lo dapat lihat totalitas Russo Bersaudara dalam mengerjakan cerita, peran semua aktor dan aktris, serta visual. Semuanya memanjakan mata. Seakan film ini jadi eksperimen Marvel. Mereka buat film superhero ini secara out of the box. Keluar dari jalur tren film superhero ketika ini sekaligus membuat trennya sendiri.

Sosok superhero dan villain diciptakan seimbang. Berbeda dengan film-film tema pahlawan kebanyakan, Russo Bersaudara menanam perspektif villain di Avengers: Infinity War lebih ngena. Bisa dibilang, lo akan dibawa dalam perspektif Thanos.

Biasanya, superhero tersebut udah dijamin menang. Namun, film ini seakan sarat keadilan: kisah dan perasaan. Porsi superhero dan villain dibuat adil. Saking adilnya, lo enggak tahu mesti prihatin ke siapa. Perasaan lo akan dibikin campur aduk. Bahkan, pas lo terbit bioskop

Mereka memperebutkan batu abadi. Kepoin nih, Infinity Stones, Batu Ajaib yang Bikin Geger Semesta MCU

Unsur komedi Avengers: Infinity War enggak butuh ditanya, lo akan dibawa terpingkal-pingkal di mula film. Namun, seakan enggak dikasih kendor, perasaan lo langsung diciptakan bergejolak dengan aksi-aksi yang ditampilkan. Setelah itu, lo akan dibuat sedih. Mirip perasaan “sakit namun enggak berdarah” saat semua teori terjawab.

Enggak melulu plot, visual yang diperlihatkan Marvel memang familiar juara. Mata lo akan dibuat bersinar lihat rinci dan efek visualnya. Tampilan yang mengundang nostalgia ini memanjakan mata sepanjang film. Kalau lo perhatiin, Russo Bersaudara ngasih gabungan atmosfer Marvel, semesta Lord of the Rings dan Harry Potter Saga.

Buat lo pencinta film superhero, rasanya udah lama enggak sebahagia, seantusias, dan sesedih ini karena Avengers: Infinity War. Bisa dibilang, bikin pencinta Marvel, lo akan punya perasaan yang sama sesudah nonton film ini. FYI, Avengers: Infinity War terbagi dalam dua bagian. Jadi, bila ada perasaan “kentang” di akhir film, wajar. Lo juga harus nunggu setahun lagi bikin dapat jawabannya.

Enggak dapat dimungkiri bahwa film ini mahal dan hampir sempurna. Harga itu dikeluarkan Marvel demi film spektakuler ini. Semua unsur berpadu harmoni tanpa mesti kehilangan identitasnya. Tiap karakter ngasih kesan setiap di hati penonton. Bahkan, pada akhir hayat mereka.

Soal akting semua pemeran, seluruh masih pada jalurnya. Semua jadi man of the match cocok porsinya. Semua pun punya kejutan yang akan disampaikan ke penonton. Namun, setiap karakter seakan tidak cukup digali. Bisa jadi sebab film ini hanyalah pertunjukkan massal. Layaknya panggung sirkus, seluruh tampil dengan porsi yang sama.

Terlepas dari itu, film ini sukses disampaikan Marvel dan Russo Bersaudara dalam sudut yang berbeda. Secara keseluruhan, Avengers: Infinity War enggak mendahului harapan, tapi cocok dengan harapan.

Lo dapat ajak teman-teman dan family lo bikin nonton film ini, terutama buat mereka yang “Marvel banget”. Seru-seruan seraya nostalgia sekaligus merayakan 10 tahun Marvel berkarya di semesta. Namun, ajak orang-orang yang cocok rating film, yakni PG-13, ya! Lo enggak mau, ‘kan, terganggu dengan mereka yang berisik di tengah keseruan filmnya?

Movies in this article