Deadpool 2: Sajian Komedi Gelap Penuh Parodi

Posted 2019/09/15 30 0

 

Sepanjang 2018, Marvelhead benar-benar dimanjain dengan film-film jagoan Marvel yang bombastis. Salah satunya ialah Deadpool 2 yang sejak sejumlah bulan kemudian udah menggencarkan promosi-promosi nyeleneh. Harus diakui, walau hype film Avengers: Infinity War (2018) dari MCU belum sepenuhnya tenggelam, Deadpool 2 siap menyanjung kembali bendera Marvel. Nah, biar enggak penasaran, lo dapat kepoin pembahasan Deadpool 2 di bawah ini.

Kalau lo ngaku Marvelhead, lo tentu enggak melulu gembira pas Avengers: Infinity War rilis, dong? Yap, lo juga seharusnya membubuhkan rasa hendak sekali yang sama saat Deadpool 2 rilis. Marvel pun semestinya enggak kehilangan tidak sedikit penggemar musiman kali ini.

Melanjutkan latar masa-masa Deadpool (2016), film ini menawarkan sesuatu yang baru pada tayangan tema superhero. Memang, inti ceritanya enggak secara langsung bersangkutan dengan film kesatunya. Namun, kehidupan sejumlah karakter kembali ditunjukkan menjalani hidup sesudah kejadian Deadpool (2016).

Deadpool 2 mengisahkan sang jagoan nyeleneh yang mengayomi seorang bocah mutan misterius. Bocah tersebut dibidik oleh Cable demi mengamankan keluarganya di masa depan. Masih dalam semesta Marvel dan 21th Century Fox, pastinya lo akan melihat aksi-aksi semua mutan yang biasa hadir di semesta X-Men.

Deadpool 2: Sajian Komedi Gelap Penuh Parodi

Sesuai dengan sebutan karakter jagoannya yang “gila”, film ini buat lo geleng-geleng kepala, bahkan sejak mula film diputar. Fox benar-benar konsisten buat Deadpool seakan dekat dengan kita. Kalau seringkali film-film superhero mempunyai dunia rekaan tersendiri, dunia Deadpool malah sebaliknya. Ditambah, film ini sarat unsur dark comedy.

Sekuel ini lebih tidak sedikit lelucon, lebih tidak sedikit laga, dan lebih tidak sedikit mutan dengan kekuatan super. Sosok Deadpool pun masih dicerminkan sebagai antihero yang enggak dapat diam dan cerewet. Bedanya, film ini mencerminkan Wade Wilson alias Deadpool yang lebih tangguh, lebih manusiawi, dan lebih kuat.

Bisa dibilang, Deadpool 2 sarat “muatan” dengan banyaknya easter egg yang buat lo terperanjat. Mulai dari obrolan, tempat, sampai para cameo. Tiap dialog yang dibacakan antihero tersebut pun kerap mengundang senyum sebab terasa familier. Lo dapat pantengin tiap easter egg-nya dari mula film.

Berbagai karakter yang dihadirkan David Leitch pun memeriahkan film ini. Karakter Wade Wilson alias Deadpool masih dibintangi oleh Ryan Reynolds yang pun ikut ngegarap Deadpool 2. Leitch sukses mengarahkan Reynolds jadi jagoan yang sableng. Rekan Deadpool pun masih menghadirkan T.J. Miller sebagai Weasel, Stefan Kapicic sebagai Colossus, dan Karan Soni sebagai Dopinder.

Salah satu mutan baru yang ikut memeriahkan Deadpool 2 ialah Russell (Julian Denninson). Peran Deninson sebagai bocah punya posisi urgen dalam film ini. Di samping itu, terdapat Jack Kesy sebagai Black Tom Cassidy, Bill Skarsgard sebagai Zeitgeist, Terry Crew sebagai Bedlam, dan Lewis Tan sebagai Shatterstar.

Ada pula jagoan-jagoan cewek yang gahar laksana Zazie Beetz sebagai Domino, Brianna Hildebrand sebagai Negasonic Teenage Warhead, dan Shori Kutsuna sebagai Yukio. Enggak lupa, Leitch masih menghadirkan kekasih Wade Wilson, Vanessa (Morena Baccarin) yang dijamin buat lo salah fokus.

Di samping itu, adanya kehadiran Josh Brolin yang sebelumnya ngehit sebab karakter Thanos pun mengundang perhatian. Josh Brolin sebagai Cable dicitrakan nyaris serupa dengan karakter Thanos. Bisa jadi, Marvel dengan sejumlah rumah produksinya pengen buat tren bahwa enggak tidak jarang kali villain tersebut murni jahat. Lo dapat menilai sendiri pas nonton filmnya.

Soal visual, film ini lebih light daripada sebelumnya. Banyak efek CGI canggih yang buat film ini luput dari kelemahan. Sinematografi yang diperlihatkan bisa buat perasaan dan empiris lo pas nonton berubah-ubah.

Di sisi lain, soal scoring, Deadpool 2 menghadirkan efek ledakan dan baku hantam yang buat lo ngeri. Sebaliknya, tiap adegan haru dan seru, efek suara yang dihadirkan bisa buat lo ikut bersimpati dengan karakter utama. Bahkan, sejumlah soundtrack-nya bakalan terngiang-ngiang sampai lo terbit bioskop. Bisa dipastikan, sebentar lagi soundtrack-nya dapat lo nikmati melewati saluran radio Tanah Air.

Film ini akan mengingatkan lo sekilas mengenai Atomic Blonde (2017). Yap, film laga-sadis tersebut juga sama-sama dikerjakan Leitch. Punya kesadisan yang enggak tanggung-tanggung, bahkan lebih jelas dari film kesatunya. Bedanya, Leitch buat film ini kayak gado-gado. Semua bagian tercampur di dalamnya: haru, tegang, sadis, dan humoris.

Harus diakui, susah menemukan kekurangan di film ini. Soalnya, sejumlah orang tentu setuju bahwa film ini memuaskan dahaga semua penggemar. Semua disajikan keren, elegan, cerdas, dan natural. Sayangnya, namanya pun “gado-gado”, lo hanya dapat merasakan kepuasan nonton secara umum. Tiap-tiap bagiannya enggak dapat secara eksklusif dinikmati alias enggak memorable.

Ada kejutan dari aktor yang enggak lo duga sebelumnya. Cameo spesial ini benar-benar singkat hadir di layar. Saking singkatnya, lo akan ketinggalan penampilannya meski melulu berkedip.

Skenario yang dibuat Reynolds pun enggak kehilangan khasnya dari film kesatu. Semua yang dibacakan dan dilaksanakan Reynolds dalam film ini diperuntukkan remaja berusia 17 tahun ke atas. Soalnya, sejumlah berisi urusan sensitif dan dewasa yang dilarang disaksikan anak-anak.

Lo penasaran dengan aksi antihero Deadpool dengan pasukan X-Force beraksi? Lo udah dapat nikmatin film ini mulai hari ini, 15 Mei 2018. Jangan buru-buru terbit bioskop, ya! Soalnya, ada sejumlah kejutan yang buat lo terpukau.

Ajak orang-orang yang cocok usia rating film Deadpool 2, ya! Lo enggak mau, ‘kan, terganggu dan buat penonton beda kesal melulu karena bawa nonton bocah umur di bawah 17 tahun? Yuk, jadi pemirsa cerdas!

Movies in this article