John Wick Chapter 2, Malam-Malam Panjang Bersama Sang Hantu

Posted 2019/09/19 34 0

 

Kamu sudah menyerang iblis dan memaksanya pulang ke kehidupan yang sudah ditinggalkannya.

Kamu telah menghanguskan kuilnya dan sekarang iblis tersebut bebas berkeliaran di luar. Kamu pikir apa yang bakal iblis tersebut lakukan sekarang?” demikian Winston (Ian) memperingatkan Santino D’ Antonio (Riccardo).

Peringatan keras ini dikatakan bukan tanpa alasan. Santino mengingkari perjanjian dengan John Wick (Keanu). Padahal, John sudah menjalankan permintaan Santino.

Permufakatan itu berawal dari sakit hati Santino untuk mendiang ayahnya. Sebelum wafat, ia memberikan kursi dominasi kepada adik Santino, Gianna (Claudia).

Santino hendak merebutnya tetapi tak hendak terlihat kejam. Karenanya, ia meminta John guna menghabisi Gianna. Masalahnya, sesudah Gianna meregang nyawa, publik bercita-cita keluarga D’ Antonio mencari eksistensi si pelaku. Yang terjadi kemudian, Santino mengirim anak buah guna menghabisi John.

Janji di atas ingkar ini menjadi poros ketegangan di sepanjang film. Ini karakteristik kisah John Wick. Memulai suatu kegilaan dengan sesuatu yang sebetulnya sederhana (kalau enggan dibilang sepele). Masih ingat tiga tahun lalu, saat John Wick kali kesatu menggebrak bioskop?

John Wick Chapter 2, Malam-Malam Panjang Bersama Sang Hantu

John Wick Chapter 2, Malam-Malam Panjang Bersama Sang Hantu

Rentetan “peluru terbang” dan baku pukul hanya dibuka dengan kematian seekor anjing dan rusaknya suatu mobil. Sebetulnya, itu dapat dikompromikan dengan jalan damai. Namun, ini John Wick, laki-laki dengan tiga sifat: fokus, komitmen, dan mempunyai kehendak kuat.

Dengan tiga sifat ini, insiden “janji di atas ingkar” dikembangkan oleh pengarang naskah Derek menjadi cerita tentang malam-malam panjang dengan lakon John alias Sang Hantu. Chapter 2 ini bukan sebatas upaya mengulang sukses walau kita tahu, John Wick (2014) mengeruk laba hampir 90 juta dolar AS (dari modal 20 juta dolar AS).

Bagi kami, Chapter 2 suatu long shot. Bidikan yang jarak jauh yang memungkinkan kita menyaksikan siapa John dengan latar lebih luas. Chapter 2 mencerminkan dengan efektif jagoan anda ini sebetulnya hidup di dunia macam apa dan bagaimana tiga sifat john terbentuk. Ndilalah, tiga sifat John tergambar jelas berkat kontribusi karakter penyokong yang bermain prima

Claudia merefleksikan masa kemudian John walau tidak 100 persen jernih. Winston di tangan Ian tampil konsisten. Darinya, anda tahu posisi John dalam teritorial Continental. Sementara Ricchardo sebagai villain, mengingatkan kami pada sosok Raoul Silva dari dunia James Bond, Skyfall (2012). Di sejumlah adegan, Ricchardo terlihat flamboyan, feminim, nekat, sekaligus ambisius.

John Wick Chapter 2 laksana sengatan listrik bertegangan tinggi. Ia tidak kehilangan selera humor namun sangat konsentrasi “menghajar” pemirsa dengan kiat tarik ulur. Saat sineas Chad mengulur durasi dengan memperkenalkan sejumlah karakter baru, kita usahakan waspada. Ingat, sifat ketiga John: punya kehendak kuat. Ia tidak bakal henti hingga Anda terbit bioskop dengan hati gemetaran. By the way, Mas Keanu Reeves ini walau kumal, kok tetap tampak ganteng, ya?

Movies in this article