Ketegangan Melelahkan di The Conjuring 2

Posted 2019/09/15 60 0

the conjuring 2

The Conjuring 2 dimulai dengan investigasi Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga) dalam permasalahan pembunuhan yang dikenal dengan “The Amityville Horror”. Kemampuan Lorraine guna berkomunikasi dengan makhluuk supranatural membuatnya turun tangan untuk membalas teka-teki apakah pembunuhan yang terjadi di Amityville adalahulah iblis atau bukan. Saat jiwa Lorraine terbit dari tubuh, ketika itulah ia bertemu dengan sosok iblis berwujud biarawati, Valak (Bonnie Aarons) yang menyeramkan.

Dari Amityville, kisah kemudian berlanjut ke Enfield, Inggris. Di sana bermukim keluarga Hodgson: seorang ibu mempunyai nama Peggy (Frances O’Connor) dan keempat anaknya. Salah satu anak mempunyai nama Janet (Madison Wolfe) yang merasakan kejadian mengherankan di lokasi tinggal tempat tinggalnya, mulai dari tidur seraya jalan, memperhatikan suara misterius di malam hari, hingga akhirnya kesurupan. Arwah mempunyai nama Bill Wilkins (Bob Adrian) dapat mengambil alih tubuh Janet, bahkan menerbitkan suara berat yang menyeramkan. Namun yang agak janggal ialah ketika figur yang terdapat di mainan Billy, adik Janet, yang lantas menjadi hidup, Crooked Man.

Banyak anak, seorang ibu yang sedang depresi, dan lokasi tinggal tua. Tiga unsur ini mengingatkan anda pada The Conjuring (2013). Sang sutradara, James Wan, memang bermaksud menciptakan The Conjuring 2 dapat mengalahkan kesuksesan film terdahulunya, tetapi sejumlah rinci terasa terlampau serupa, serta karakter Peggy yang tidak cukup digali, bertolak belakang dengan karakter Carolyn Perron (Lili Taylor).

Pada dasarnya memang hampir semua karakter baru dalam The Conjuring 2 tidak cukup diekspos. Peggy memang seorang ibu yang kelemahan uang dengan tidak sedikit anak, mereka diganggu hantu, kemudian datanglah pasangan supranatural Ed dan Lorraine Warren sebagai pahlawan.

Ada satu adegan yang lumayan keren, yaitu saat kamera konsentrasi pada wajah Ed Warren ketika Janet sadar kemudian mulai kesurupan di belakang namun diciptakan buram, sampai-sampai meunculkan khayalan yang menontonnya. Yang patut diacungi jempol ialah totalitas setting tahun 70-an yang disuguhkan.

Film berdurasi lumayan panjang ini, 2 jam 14 menit, dijamin akan bikin anda lelah dengan ketegangan yang ada. Namun masa genting itu melulu terjadi di awal-awal film. Saat satu per ssatu hantu muncul, ketegangan mulai berkurang. Justru ketika mereka menghantui tanpa menampakkan wujudnya, itulah ketika yang sangat mengagetkan dan menciptakan bulu kuduk berdiri.

Movies in this article