Logan: Perpisahan yang Manis dari Wolverine

Posted 2019/09/15 56 0

 

Terkadang, ada suatu film yang “keluar jalur” dari genre aslinya, kemudian menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Logan ialah film yang sesuai dengan kriteria tersebut. Jika disaksikan dari kasat mata, seluruh orang tahu bila Logan ialah film superhero. Pada kenyataannya, film ini ialah film drama yang dibalut dengan kemasan film superhero.

Bagi fans film superhero X-Men, Logan ialah film Wolverine yang udah lama didambakan, tepatnya semenjak Hugh Jackman kesatu kali memakai cakar adamantiumnya untuk mengoyak-ngoyak musuhnya di film X-Men kesatu. Kali ini Logan terasa laksana baru saja lepas dari kurungan yang sudah menahannya semenjak lama. Keputusan guna melepas kekangan rating PG 13 ternyata ialah keputusan yang paling tepat, sebab terbukti fans lebih menyenangi Wolvie yang sadis, bermulut kasar, dan enggak sopan sama orang tua.

Logan ini memang lain dari film-film superhero kebanyakan. Disini lo enggak mengejar ending yang luar biasa dan bahagia, maupun bencana katastropik yang disebabkan oleh penjahat multi-dimensi. Sebaliknya, fans dimanjakan dengan cerita superhero yang manusiawi dan mengharukan tanpa butuh lebay.

Berkisah di tahun 2029, dunia enggak lagi jinak bikin Logan dan semua mutan-mutan yang tersisa. Yup, Logan memungut latar periode kepunahan mutan. Enggak terdapat lagi mutan yang dilahirkan, maupun hidup dengan damai. Di era serba susah ini, Logan alias James Howlett memilih guna bekerja sebagai supir Uber di Texas guna menyambung hidupnya serta Profesor Charles Xavier (Patrick Stewart), yang pun udah sepuh dan menderita alzheimer. Kekuatan kedua mutan ini juga udah enggak sehebat dan sekebal dulu. Logan terlihat rematik dan merasa terdapat yang enggak beres dengan tubuhnya. Profesor X sendiri mesti mengkonsumsi obat-obatan untuk menyangga kekuatan pengendali benak yang enggak dapat dikendalikannya seenak hati laksana dulu.

Saat semuanya terasa aman, Logan dan Profesor X mesti kembali dalam bahaya bahaya sesudah bocah mempunyai nama Laura (Dafne Keen) tiba-tiba datang ke lokasi persembunyian kedua mutan ini di perbatasan Meksiko. Segerombolan berandalan bertangan robot yang dipimpin Donald Pierce (Boyd Holbrook) datang dan memaksa Logan untuk memberikan bocah tersebut. Logan kesudahannya menyadari bila bocah kecil tersebut ialah mutan mempunyai nama X-23 yang punya kekuatan yang sama dengannya. Dari sinilah kisah keluarga cemara dimulai.

Hugh Jackman sendiri udah bilang bila Logan akan jadi film terakhirnya sebagai superhero bercakar adamantium ini. Begitu pun Patrick Stewart yang ikut pensiun sebagai Profesor X. Keduanya memang udah melekat di hati semua fans sekitar 17 tahun berperan sebagai Wolverine serta Profesor X di film-film X-Men. Makanya, untuk fans X-Men dan Wolverine, film ini punya ikatan emosional yang powerful banget.

Sebagai format perpisahan terakhir, Hugh Jackman dan Patrick Stewart sukses menyerahkan penampilan terakhir yang luar biasa dan memukau. Kedua aktor ini menerbitkan seluruh kemampuannya, dan terasa laksana sedang bermain dalam film drama yang membidik Oscar. Seperti biasa Jackman menyajikan akting yang “ganas” dan apa adanya. Tentunya urusan ini bakal sulit untuk calon pemeran Wolverine berikutnya guna menggantikan sosok Jackman yang legendaris.

logan

Begitu pun Sir Patrick Stewart, yang tampak berakting paling lepas dan natural. Penampilannya dalam Logan memang kontras banget sama yang lo lihat di film-film X-Men sebelumnya. Biasanya dia dicerminkan sebagai sosok superhero terkuat di dunia, sementara di Logan, dia menjadi superhero yang udah uzur dan enggak lagi bertenaga. Secara borongan baik Stewart maupun Jackman sukses memperlihatkan karakter dan sisi manusiawi yang enggak pernah fans lihat sebelumnya.

Kedua aktor tadi udah enggak butuh diragukan lagi kualitasnya. Jadi rasanya udah biasa bila mereka memang memperlihatkan penampilan terbaiknya. Dibanding keduanya, Dafne Keen sebagai Laura/X-23 jauh lebih mengejutkan. Cewek berusia 12 tahun ini berhasil bersanding dengan 2 aktor besar dan enggak malu menunjukkan keterampilan terbaiknya. Keen yang enggak berkata hampir di borongan film memang menjadi nilai minus. Meskipun begitu, tetap aja aktris cilik ini membuktikan untuk dunia bila dirinya berbakat dan punya potensi besar.

Dari sisi penjahat, Boyd Holbrook dan Richard E. Grant sebagai Dr. Zander Rice pun punya peran urgen dalam cerita. Meskipun enggak begitu mempesona dibanding ketiga karakter protagonis utama, semua karakter antagonis ini menciptakan naratif dalam Logan menjadi lebih menarik. Sebenarnya, kedua karakter musuh ini dapat lebih dikembangkan lagi, khususnya buat Donald Pierce/Holbrook. Sepertinya keputusan untuk menyangga sang villain ini guna memberi jalan untuk ketiga karakter protagonis utama guna mendapatkan spotlight utama.

Nah, kini Viki mau kupas aspek terbaik dalam film, yakni aksi Wolverine dalam genre R! Tentunya 17 tahun tersebut adalahwaktu yang lumayan lama untuk sang hewan buas guna lepas dari kerangkengnya. Sebagai fans Wolverine sendiri, rasanya mengecewakan bila enggak dapat melihat sang superhero menunjukkan keterampilan terbaiknya. Hasilnya, rating R guna Logan ini sukses menciptakan Wolverine menunjukkan keterampilan terbaiknya sebagai superhero yang sadis dan apa adanya. Yup, kamu akan menyaksikan sejumlah adegan sadis yang enggak jauh lain dengan Deadpool. Keduanya juga sukses memperlihatkan aksi sadis nan biadab, namun tetap artsy.

Kalau kamu pernah nonton film-film superhero laksana The Dark Knight, The Avengers, maupun Deadpool, barangkali kamu menikmati film itu benar-benar terasa special. Yup, Logan berada pada level yang setara sama ketiga film canggih tadi. Secara keseluruhan, film ini akan melepaskan dahaga kamu bakal film Wolverine yang “Wolverine banget”. Salut bikin sutradara James Mangold yang sukses menyajikan suatu film superhero yang sadis, namun tetap manusiawi, yang didukung dengan penampilan terbaik dari Jackman, Stewart, dan Keen. Yup, Logan ialah kado perpisahan terbaik yang diserahkan dari Jackman dan Stewart untuk fansnya.

Movies in this article