Review Film: Doctor Strange

Posted 2019/09/19 48 0

 

Menjelang akhir tahun 2016 ini, Marvel tidak ketinggalan untuk menyerahkan satu lagi film superhero guna melengkapi jajaran film Marvel Cinematic Universe Phase 3. Dimulai dengan Captain America: Civil War yang memulai MCU Phase 3 itu yang tayang mula tahun ini, sekarang terhitung 26 Oktober 2016 guna pasar Indonesia sudah tayang sah film Doctor Strange, turut melengkapi susunan superhero baru dalam franchise ini.

Berbeda dengan film-film superhero Marvel Studios lainnya yang lebih powerful dan bergantung untuk kekuatan sains, teknologi canggih atau barangkali memang ialah dewa dari dunia lain, Doctor Strange pun menyerahkan sudut pandang beda terhadap apa yang menciptakan sebuah karakter bisa disebut sebagai pahlawan berkekuatan super; yaitu dengan keterampilan sihir.

Dari Ahli Bedah, Menjadi Ahli Sihir

Review Film: Doctor Strange

Review Film: Doctor Strange

Stephen Strange tidak bermunculan dengan keterampilan sihir, akan namun ia awalnya ialah seorang dokter berpengalaman bedah yang familiar dan telah kawakan melakukan sekian banyak operasi yang mustahil guna dilakukan. Atas keterampilan bedahnya tersebut, Strange tak melulu mendapatkan penghargaan dan kekayaan, tetapi pun meninggikan kesombongan serta egonya.

Namun, kehidupannya berubah total saat ia mengalami kemalangan mobil yang mengakibatkan kedua tangannya tak dapat lagi menjalankan kewajibannya sebagai seorang dokter bedah. Dalam situasi terdesak dan hendak menyembuhkan kedua tangannya secara total, Strange menggali jawabannya sampai ke Nepal, di mana Kamar-Taj berada dan mulai berguru dengan The Ancient One. Dari sana, Strange juga mulai belajar sesuatu urusan yang tak dapat ia jawab melulu dengan berpegang pada pengetahuan ilmu sains dan logika semata.

Tentu saja, bukan berarti tidak terdapat bahaya yang mengancam. Kaecilius, siswa The Ancient One terdahulu, sudah membelot dan berkeinginan mempraktekkan mantra terlarang dan memanggil kekuatan gelap untuk mengolah dunia. Mau tidak mau, Strange juga harus tercebur dalam pertarungan yang melibatkan kekuatan mistis tersebut.

Fresh, Penuh Hal Baru dan Selera Humor Tinggi

Jika dikomparasikan dengan durasi film Marvel Studios lainnya, Doctor Strange mempunyai durasi yang jauh lebih pendek dengan melulu sepanjang 115 menit saja. Hal ini tentunya menciptakan masih tidak sedikit hal yang ingin kurang jelas dan mendetil bakal universe maupun latar belakang figur lainnya, diperbanyak dengan ending yang tidak banyak lebih mengambang. Walau begitu, mesti dinyatakan bahwa Marvel lumayan berani untuk menyerahkan nuansa yang sama sekali bertolak belakang dan “fresh” sebagai ekstra untuk jajaran film Marvel Cinematic Universe.

Dunia yang ditunjukkan dalam Doctor Strange sangat bertolak belakang dengan yang biasa tampak dalam sejumlah film superhero Marvel lainnya. Film ini lebih menyatakan tentang bisa jadi adanya dunia pararel, dimensi beda serta keterampilan mistik dan sihir di Bumi; di mana semuanya ini bakal membuka bisa jadi dan urusan baru guna film-film Marvel Cinematic Universe ke depannya. Didukung dengan efek CGI dan animasi yang halus, Doctor Strange menyerahkan pengalaman yang jauh bertolak belakang dibandingkan film-film Marvel Studios lainnya. Sedikit trippy dan beraspek psychedelic di sejumlah adegan aksinya, sarat hal mistik nan “aneh”, tetapi tetap terlihat estetis dan tidak bertopik “berat” guna ditonton.

Seleksi jajaran artis yang tercebur di dalam film Doctor Strange pun terbilang pintar, dengan melibatkan jajaran artis Hollywood yang tengah naik daun sampai-sampai masing-masing dapat memperlihatkan keterampilan akting yang baik dan menciptakan film ini menjadi lebih unik untuk disaksikan. Alur cerita yang mengalir lurus dan tetap konsentrasi dalam inti cerita, dengan tetap memberikan sejumlah adegan aksi dan pertarungan sengit, pun disertai humor yang lumayan untuk menciptakan para penontonnya tertawa namun tidak merusak keadaan maupun cerita yang di bina dalam film ini menjadi nilai plus tersendiri.

Jika kita mempunyai rencana guna menontonnya, pastikan guna menontonnya dalam bentuk IMAX guna pengalaman menyaksikan yang lebih maksimal. Dan tidak boleh lupa, tidak boleh keluar bioskop dulu sebelum menyaksikan adegan tambahan di mid-credits dan end-credits!

Movies in this article