The Conjuring: Horror Yang Sangat ‘Mengganggu’

Posted 2019/09/17 46 0

 

The Conjuring ialah sebuah film horror yang paling menarik, pembawaannya klasik dan laksana menghidupkan pulang nafas dari genre horror. Simak reviewnya di tulisan berikut ini!

The Conjuring. Sebuah film yang dapat membuat semua orang dewasa menjerit-jerit laksana anak kecil di dalam bioskop. Selama nyaris 2 jam pemirsa akan disuguhi terror yang tidak terdapat habisnya dari suatu entitas jahat yang bahkan dapat membuat paranormal investigator berpengalaman seperti Ed dan Lorraine Warren panik dan histeris.

Ya, memang The Conjuring ini diadaptasi dari cerita nyata dan sosok Ed serta Lorraine Warren juga memang sungguh-sungguh ada. Hal ini pun yang, paling tidak untuk saya, meningkatkan unsur kengerian dari The Conjuring. Kenapa? Karena anda dihadapkan pada kenyataan bahwa seluruh kejadian di dalam film ini benar-benar pernah terjadi.

Di bagian kisah sendiri menurut keterangan dari saya sebenarnya lumayan klise, suatu keluarga dengan 5 anak wanita baru saja pindah ke rumah khayalan mereka. Namun sayang, tanpa perlu menantikan hitungan hari, kejadian-kejadian mengherankan mulai terjadi di dekat rumah tersebut. Berbagai kejadian mulai dari sebatas pintu yang membuka dan memblokir sendiri sampai munculnya penampakan yang menyerang di antara putri pasangan Carolyn dan Roger Perron.

The Conjuring: Horror Yang Sangat 'Mengganggu'

James Wan paling cerdik dalam memainkan psikologis penonton, momen-momen klise dimana seringkali penonton menginginkan sesuatu yang mengagetkan hadir ternyata tidak terjadi apa-apa. Kemudian di saat pemirsa baru bakal bernafas lega, BAM! Datanglah momen tersebut. Terdengar klise? Tidak andai momen yang dihadirkan bertolak belakang dari film-film horror lainnya.

Salah satu momen klise yang sangat umum ialah dimana figur dalam film sedang bercermin dan hadir penampakan di cermin itu namun saat sang figur menoleh, makhluk halusnya juga menghilang. Nah di film ini cukup tidak sedikit momen laksana itu…. tanpa terdapat penampakan apa pun.

James Wan seperti hendak ‘mengejek’ pemungutan scene horror yang telah terlalu umum tersebut. Dengan budget melulu 20 juta USD, film ini paling cantik. Tone yang dipakai membuat The Conjuring tampak klasik, seolah-olah kita diangkut kembali ke tahun 1960-an tetapi tidak tampak cheesy dan pasaran.

Pasangan Warren sendiri ialah pasangan yang paling solid. Ed sebagai mantan polisi memiliki keterampilan analisis dan deduksi yang cukup tinggi, sedangkan Lorraine dengan keterampilan psychic-nya dapat merasakan dan menyaksikan entitas jahat yang menaungi lokasi tinggal tersebut. Sangat unik bagaimana pendekatan yang sebenarnya paling bertolak belakang, antara scientific approach dengan psychic approach, dapat dilaksanakan secara mulus dan bersamaan.

Sedikit kelemahan di The Conjuring ialah ketika duo Warren mengejar penjelasan dari semua kegiatan paranormal yang terjadi di lokasi tinggal keluarga Perron. Informasi yang dikatakan cukup tidak sedikit namun diserahkan dengan cepat tanpa terdapat penekanan yang berarti, sehingga andai penonton tidak terlampau memperhatikannya maka bisa jadi besar mereka bakal bertanya-tanya tentang keseluruhan kisah dari The Conjuring.

Secara keseluruhan, The Conjuring ialah sebuah film horror yang komplit. Ada momen menakutkan sebab setan hadir dalam format yang menyeramkan dan mengagetkan serta ada pun momen dimana sang entitas melulu menunjukkan kekuatannya tanpa penampakan, yang menyerahkan efek terror pada penonton. Lebih jauh lagi, The Conjuring membawakan horror dari sudut pandang klasik, disturbing feeling yang didapat sama saat saya kesatu kali menyaksikan The Exorcist.

Lupakan seluruh momen horror klise yang kalian tahu, sebab kalian tentu akan tetap menjerit di dalam studio. Pujian mesti diserahkan kepada James Wan yang dapat menghadirkan horror yang menyeramkan tanpa efek gore dan darah. The Conjuring is a must watch movie for all horror freak out there!

Movies in this article